::DEMI MASA::

Sunday, November 28, 2010

la takhaf wala tahzan innallah hama'na...

0 comments Links to this post
ya allah...berdebar2 hati ni nk tggu rsult pspm 1 selasa ni..huhu..
bagilah hambamu ini keputusan yg trbaik,,,tabahkanlah hatiku dlm mnerima ape jua kputusanmu...

Sunday, November 21, 2010

Talian Yang di Buka 24 Jam^^

0 comments Links to this post
Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:


Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".


Tekan 1 untuk 'meminta'.
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."


Atau....Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:


"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain.
Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."


Atau, pernahkah Anda bayangkan bila pada saat berdoa,
Anda mendapat respons seperti ini:


"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. "Untuk jawapan pertanyaan tentang hakikat syurga & neraka,silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!


"Atau mungkin juga Anda mendengar ini :


Sistem kami menunjukkan bahawa Anda telah satu kali menelefon hari ini. Silakan cuba lagi esok." atau...Pejabat ini ditutup pada hujung minggu.
Sila hubungi semula pada hari Isnin selepas pukul 9 pagi.


"Alhamdulillah. .. Allah SWT mengasihi kita,
Anda dapat menelefon-Nya setiap saat!!!


Anda hanya perlu untuk memanggilnya bila-bila saja dan Dia mendengar anda.


Kerana bila memanggil Allah,tidak akan pernah mendapat talian sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.


Ketika Anda memanggil-Nya, sila gunakan nombor utama ini:


24434


2 :solat Subuh
4 :solat Zuhur
4 : solat Asar
3 : solat Maghrib
4 : solat Isya'


Atau untuk lebih sempurna dan lebih banyak afdhalnya, gunakan nombor ini :


28443483


2 : solat Subuh
8 : solat Dhuha
4 : solat Zuhur
4 : solat Asar
3 : solat Maghrib
4 : solat Isya
8 : Solat Tahajjud atau lainnya
3 : Solat Witir


Maklumat terperinci terdapat di Buku Telefon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadis Rasul


"Talian terus , tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa bil..Nombor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah talian hunting yang tak terhingga dan dibuka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun!!!Sebarkan maklumat ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Mana tahu mungkin mereka sedang memerlukannya..


Sabda Rasulullah S.A..W : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisiAllah dan Malaikat serta diampuni dosa- dosanya walau sebanyak buih laut"7 Kalimah ALLAH:


1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap "Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap "Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah" sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.


Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. ... mudah- mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa, kerana sudah biasa.


selawat~


Saturday, November 20, 2010

mAlu dAn mEmaLuKan...

0 comments Links to this post
Salah satu sifat yang mesti dimiliki oleh setiap muslim adalah malu, yakni malu bila melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah Swt dan Rasul-Nya. Hal ini kerana, bila kita dan anggota masyarakat lainnya telah memiliki rasa malu seperti ini, maka tidak akan ada penyimpangan yang dilakukan, termasuk terhadap ketentuan baik yang telah disepakati sesama manusia. Begitu penting sifat malu sehingga hal ini menjadi salah satu cabang yang tidak dapat dipisahkan dengan iman. Ini bererti keimanan seseorang perlu kita pertanyakan apabila pada dirinya tidak ada perasaan malu. Rasulullah Saw bersabda: Malu itu cabang dari iman” (HR. Bukhari).
Tiga Bentuk Malu
Dalam kehidupan manusia, paling tidak malu dapat dibahagi menjadi tiga bahagian yang saling berkaitan. Pertama, malu kepada diri sendiri, yakni malu kepada martabat peribadi dengan segala kedudukan, gelaran atau sebutan yang kita sandang, sebagai apapun kita. Kalau kita disebut muslim, itu bererti kita seharusnya menjadi orang yang tunduk dan patuh kepada Allah Swt dengan segala ketentuan-Nya dan kita sangat malu bila tidak tunduk kepada Allah. Bila kita disebut suami, tentu seharusnya kita malu bila melakukan hubungan seksual dengan wanita yang bukan isteri kita. Bila kita disebut bapa, seharusnya kita punya perasaan malu bila tidak boleh menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita. Bila kita menjadi penjawat atau pemimpin, maka kita malu bila tidak dapat memberi yang terbaik kepada orang yang kita pimpin, bahkan bila kita diberi amanah, maka kita akan sangat malu bila mengkhianatinya, begitulah seterusnya. Dengan kata lain, bila kita memiliki rasa malu terhadap diri kita sendiri, maka kita akan selalu menjaga nama baik atau citra diri sehingga kita tidak akan merosakkannya. Kerana itu, orang yang tidak memiliki rasa malu terhadap dirinya sendiri harus diwaspadai, sebab kalau ia telah merosak citra dirinya sendiri, sangat mungkin baginya untuk merosak citra orang lain, citra organisasi, bahkan citra negara .
Malu pada diri sendiri sangat mendasar, kerana meski orang lain tidak tahu bila penyimpangan dilakukannya, ia justeru menjadi saksi atas dirinya sendiri terhadap penyimpangan yang dilakukan, bahkan siap membeberkan kesalahan itu dihadapan Allah Swt sebagaimana terdapat dalam firman-Nya:
"Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan" (QS 36:65).
Kedua, malu kepada orang lain, yakni malu bila kesalahan yang dilakukan diketahui oleh orang lain, kerananya daripada kesalahan atau dosa yang dilakukan diketahui oleh orang lain, ia merasa lebih baik tidak melakukannya. Bukan malah ia lakukan dosa tapi ia menjadi malu bila hal itu diketahui oleh orang lain lalu berusaha menyembunyikan kesalahannya itu dengan berbagai cara meskipun dengan melakukan kesalahan-kesalahan berikutnya, ini merupakan sesuatu sangat berbahaya. Orang seperti ini akan mengalami kegelisahan jiwa sehingga hal ini akan membawa pengaruh yang negatif bila seseorang menjalani kehidupan dalam keadaan jiwa yang gelisah. Suami dan bapa yang gelisah tentu sangat berbahaya bagi keluarganya, apalagi bila anggota legislatif dan pemimpin yang gelisah, maka hal itu akan mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya. Rasulullah Saw bersabda:
Dosa adalah sesuatu yang menggelisahkan hati seseorang, ia tidak setuju bila hal itu diketahui oleh orang lain (HR. Ahmad).
Disamping itu, seseorang yang malu atas dosa yang dilakukannya tapi tetap berbuat dosa adalah membahayakan orang lain, ia tidak segan-segan membunuh orang yang membongkar aibnya itu dan dalam kehidupan berjamaah boleh jadi ia akan menyingkirkan orang-orang yang idealisme.
Bentuk malu yang Ketiga adalah malu kepada Allah Swt, yakni malu kerana ia sudah mengakui Allah Swt sebagai Tuhannya, tapi berani melanggar ketentuan Allah dengan anggapan Allah tidak mengetahuinya, padahal sebenarnya Allah Swt Maha Tahu terhadap segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia, Allah berfirman:
Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahawa Allah tidak mengetahui banyak tentang apa yang kamu kerjakan. Dan yang demikian itu prasangkamu yang telah kamu duga terhadap Tuhanmu. Prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi (QS 41:22-23).
Untuk itulah, setiap muslim harus memiliki sifat malu kepada Allah yang sebenar-benarnya, malu yang ditunjukkan dimana saja, kapan saja dan dalam situasi serta keadaan yang bagaimanapun juga, bukan hanya malu untuk menyimpang ketika berada di masjid dan sejenisnya, tapi seseorang tidak malu-malu untuk melakukan penyimpangan di pasar, di kantor dan sebagainya, Rasulullah Saw bersabda: Malulah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar malu (HR. Tirmidzi).
Jangan Memalukan
Orang yang memiliki sifat malu tentu tidak akan bersikap dan bertindak yang memalukan, baik memalukan dirinya, keluarganya, jamaahnya hingga bangsanya. Sikap dan tindakan yang memalukan adalah bila bertentangan dengan nilai-nilai idealisme yang selama ini justeru diperjuangan. Ketika “Bersih dan Amanah” menjadi semboyan perjuangan untuk memperoleh kerusi dan kekuasaan, lalu hal itu sudah diperoleh tapi ternyata tidak bersih dan tidak amanah terhadap kepentingan dakwah dalam erti yang luas yakni tegaknya nilai-nilai kebenaran Islami, maka hal ini menjadi akan sangat memalukan, bahkan menjadi beban sejarah yang amat berat untuk dipikul serta menjadi trauma dalam upaya menegakkan nilai-nilai kebersihan dan kepedulian itu.
Bila kita masih memiliki sifat malu tentu kita tidak akan melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan bila terlanjur salah, maka orang yang malu akan mau mengakui kesalahan itu dan menjatuhkan hukuman kepada yang bersalah sesuai dengan tingkat kesalahan, bukan malah melindungi, menutup-nutupi apalagi bersekongkol dalam kesalahan. Namun bila rasa malu ini sudah tidak lagi dimiliki oleh manusia, ia bisa melakukan apa saja sesuai dengan kehendaknya, dalam satu hadits yang berasal dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshari Al Badri dinyatakan: Sesungguhnya sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari ungkapan kenabian yang pertama adalah: Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendak hatimu (HR. Bukhari).
Oleh kerana itu, menjadi sangat penting bagi kita untuk selalu memperkukuh rasa malu, kerana tidak ada kejelekan sedikitpun dari sifat malu ini sehingga Rasulullah Saw bersabda: Malu itu seluruhnya baik (HR. Bukhari dan Muslim).
Akhirnya, menjadi penting bagi kita untuk terus memantapkan rasa malu dalam kehidupan kita sebagai seorang muslim sehingga aktiviti kita selalu mengarah pada kebaikan dan memberi manfaat yang besar bagi orang lain

cikgu oh cikgu!!

0 comments Links to this post
nak buat surt pon susah..xtau nme cg ape...
huhu...esok dah nk blik kmph..uwaaaaa...;(
xnak balik!!!!!!ble plok la bleh blik ea??
assgmnt chemist byok ag x ciap..smpai kmph..trus buat...haha..
xtau nk kte ape ek...c u again!!!

Friday, November 19, 2010

bInGkisAn dOa...

0 comments Links to this post
SEKIRANYA KITA CINTA KEPADA MANUSIA,
TAK SEMESTINYA MANUSIA CINTA KEPADA KITA,
TETAPI SEKIRANYA KITA CINTA KEPADA ALLAH,
NESCAYA CINTA ALLAH TIADA PENGHUJUNGNYA.

SEKIRANYA KITA CINTA KEPADA MANUSIA,
KITA AKAN CEMBURU KEPADA ORANG YANG MENCINTAI
ORANG YANG KITA CINTAI,
TETAPI SEKIRANYA KITA CINTA KEPADA ALLAH,
KITA AKAN TURUT MENCINTAI
ORANG YANG MELABUHKAN CINTANYA KEPADA ALLAH JUGA.

YA ALLAH,
ANDAINYA DIA ADALAH JODOH YANG DITETAPKAN
OLEH-MU KEPADAKU,
MAKA CAMPAKKANLAH DALAM HATIKU CINTA KEPADANYA ADALAH
KERANA-MU,
DAN CAMPAKKANLAH DALAM HATINYA,
CINTA KEPADAKU ADALAH KERANA-MU.


NAMUN,
ANDAINYA DIA BUKANLAH JODOH YANG DITETAPKAN OLEH-MU KEPADAKU,
BERIKANLAH KU KEKUATAN AGAR PASRAH DALAM MENGHARUNGI UJIAN,
YANG KAU BERIKAN KEPADAKU.


YA ALLAH,
JIKA AKU JATUH CINTA,
CINTAKANLAH AKU PADA SESEORANG YANG MELABUHKAN CINTANYA PADA-MU, AGAR BERTAMBAH KEKUATANKU UNTUK MENCINTAI-MU.


YA MUHAIMIN,
JIKA AKU JATUH CINTA,
JAGALAH CINTAKU PADANYA AGAR TIDAK MELEBIHI CINTAKU PADA-MU.


YA RABBANA,
JIKA AKU JATUH HATI,
JAGALAH HATIKU PADANYA AGAR TIDAK BERPALING PADA-MU.


YA RABBUL IZZATI,
JIKA AKU RINDU,
RINDUKANLAH AKU PADA SESEORANG YANG MERINDUI SYAHID DI JALAN-MU.


YA ALLAH,
JIKA AKU RINDU,
JAGALAH RINDUKU PADANYA AGAR TIDAK LALAI AKU MERINDUI SYURGA-MU.


YA ALLAH,
JIKA AKU MENIKMATI CINTA KEKASIH-MU,
JANGANLAH KENIKMATAN ITU MELEBIHI KENIKMATAN INDAHNYA BERMUNAJAT DI SEPERTIGA MALAM TERAKHIR-MU


YA ALLAH,
JIKA AKU JATUH HATI PADA KEKASIH-MU,
JANGANLAH BIARKAN AKU TERTATIH DAN TERJATUH DALAM PERJALANAN PANJANG MENYERU MANUSIA KEPADA-MU.


YA ALLAH,
JIKA KAU HALALKAN AKU MERINDUI KEKASIH-MU,
JANGAN BIARKAN AKU MELAMPAUI BATAS SEHINGGA MELUPAKAN AKU PADA CINTA HAKIKI DAN RINDU ABADI HANYA KEPADA-MU.

i liKe tHis!!!!:)

0 comments Links to this post
"kAdanGkaLa ALLAH hiLanGkN mEntaRi,kEmuDian DIA daTngKan guRuh....puAs kiTa mEnaNgis mEncaRi maNa meNtaRi kiTa??rUpa-RupAnya ALLAH naK haDiaHkan kiTa pElaNgi yaNg  iNdaH....sAbArlaH dUhaI iNsan,,aDa kEmaNisan di sEbAlik sEtIap kEpAhiTan..."

^^aUrat daRi pErspEktif fIziK**

0 comments Links to this post
Kajian Kes


Dalam satu perbincangan, seorang siswi menceritakan masalah yang dihadapi berhubung dengan cara pemakaian. Masalah bermula apabila berhadapan dengan persepsi keluarga dan rakan-rakan setelah berubah dari wanita yang berpakaian "liberal" kepada wanita yang menutup aurat sepenuhnya seperti yang disarankan oleh Islam. Pandangan serong terhadap pemakaian tudung labuh dan jubah menyebabkan siswi tersebut berasa tersisih bukan sahaja terhadap pandangan masyarakat umum, tetapi pandangan siswi-siswi yang bergiat dalam program berunsurkan dakwah.Penerimaan terhadap perubahan berlaku agak sukar akibat sikap double-standard dan kronism yang diamalkan. Disebabkan mereka telah mendapat tarbiyah sekian lama dan menganggap diri adalah terbaik, agak payah untuk menerima orang yang baru mengenal erti tarbiyah yang sebenar. Apatah lagi berhadapan dengan ibu yang tidak memahami sehinggakan si ibu menyuruh siswi tersebut kembali kepada pakaian lama.


Penyelesaian


Bercakap tentang perubahan, ia bukanlah satu perkara yang mudah semudah mengalihkan sebatang pen dari satu meja ke meja yang lain. Apatah lagi berubah dari segi pemakaian yang melibatkan persepsi masyarakat sekeliling terhadap personaliti baru yang ingin dibentuk. Adalah penting adanya pemahaman terhadap matlamat perubahan dan pengorbanan yang tinggi agar terus istiqamah dengan perubahan.


Apa yang dilakukan oleh siswi tersebut adalah hijrah kepada kebaikan dan memerlukan ketahanan mental dan mujahadah yang tinggi. Dalam satu perubahan, sokongan dari segi spiritual, emosi dan mental diperlukan bukan sahaja dengan berharap kepada tuhan, tetapi juga dari masyarakat sekeliling khususnya mereka yang faham tentang Islam. Meskipun siswi tersebut baru mengenal erti tarbiyah dan mula bergiat dalam program berunsurkan dakwah, rakan-rakan dalam organisasi dakwah haruslah faham dan tidak memandang diri sebagai individu yang bertaraf tinggi sehingga tidak layak berdamping dengan mereka yang baru menerima hidayah.


Di sini, pentingnya pemahaman tentang konsep inverse response (respon songsang ~ rujuk Pemikiran Sistemik) dalam kehidupan seharian. Setiap sesuatu yang bersifat drastik memerlukan daya yang tinggi untuk diterima dan konsep bersabar terhadap time delay (masa lengah yang diperlukan sebelum satu sistem berfungsi) diperlukan. Sesuatu perubahan memerlukan visi yang jelas berdasarkan ilmu wahyu agar kekuatan diperoleh walaupun keadaan sekitar sukar menerima.


Bagaikan susu yang sebelumnya bercampur dengan najis, kuman, urea dan darah di dalam sistem badan seekor lembu akhirnya keluar sebagai susu yang suci yang mendatangkan kebaikan kepada peminumnya. Dapat disimpulkan bahawa bagaimana sukarnya susu itu keluar dari badan seekor lembu melalui proses perahan untuk bebas dari unsur-unsur negatif, begitulah sukarnya sesuatu perubahan untuk dilaksanakan. Persekitaran memerlukan masa untuk menerima sesuatu kelainan.


Adalah penting pemahaman tentang aurat kerana ia melibatkan penjagaan penglihatan yang berkaitan secara langsung dengan hati dan fikiran yang dipengaruhi oleh nafsu dan syaitan. Aurat yang dimaksudkan bukan sahaja terhadap kaum wanita, tetapi juga kepada kaum lelaki di mana sesetengahnya yang kurang sensitif menganggap aurat lelaki tidak berapa penting sehingga memakai seluar yang menampakkan lutut ketika bersukan. Bagi seorang wanita, aurat adalah perkara yang sangat besar dan skop aurat adalah lebih luas pada tubuh mereka berbanding lelaki. Manakala dalam institusi kekeluargaan pula, ibu bapa memainkan peranan penting terhadap pentarbiyahan setiap anak. Bahkan, mereka juga perlu ditarbiyah dan diberi peringatan agar tidak alpa akan arus dunia semasa yang membawa kepada kebatilan.




Haba Pendam Tentu dan Konsep Aurat


Dalam Fizik, konsep ketahanan mental, emosi dan spiritual ditekankan dalam bab haba pendam tentu dan berhubungkait dengan penjagaan aurat. Jika dikaji tentang formula yang digunakan:


J = mc x tetha


J ialah haba pendam tentu: Kuantiti haba yang boleh diserap oleh suatu objek yang mempunyai jisim tertentu dalam suatu kuantiti masa.


m ialah jisim objek yang menerima perubahan suhu.


c ialah keupayaan haba tentu: Keupayaan suatu objek yang mempunyai jisim tertentu menerima suatu kuantiti suhu dalam suatu kuantiti masa.


tetha ialah perubahan suhu.


Eksperimen 1: Haba Pendam Tentu (Fizik Tingkatan 4- BAB 2.3)


Abstrak/Pengenalan


Dalam kajian ini, "eksperimen" dilakukan ke atas 3 jenis wanita: wanita A- wanita bertudung labuh, berjubah dan menjaga lengan daripada terdedah, wanita B-wanita memakai pakaian biasa tetapi masih menutup aurat dan wanita C- wanita yang lebih selesa memaparkan rambut yang lurus setelah melalui teknik rebonding, menunjukkan keputihan dan kehalusan kulit lengan, mendedahkan kerampingan bentuk badan dan berhias laksana model-model muka hadapan majalah hiburan.


Tujuan


Mengkaji tahap ketahanan spiritual, mental dan emosi wanita terhadap tekanan yang diberi berdasarkan cara pemakaian.


Hipotesis


Semakin baik cara pemakaian yang diamalkan mengikut tatacara yang disyorkan dalam Islam, semakin tinggi tahap ketahanan mental, emosi dan spiritual atas tekanan yang diberi. Begitu juga sebaliknya.


Inferens


Wanita A mempunyai tahap ketahanan yang tinggi, wanita B mempunyai tahap ketahanan yang sederhana dan wanita C mempunyai tahap ketahanan yang lemah.

Pembolehubah manipulasi


c atau keupayaan suatu objek yang mempunyai jisim tertentu menerima suatu kuantiti suhu dalam suatu kuantiti masa mempunyai hubungan dengan ketahanan seseorang terhadap tekanan yang dikenakan. Bercakap tentang konsep aurat, ia mempunyai kaitan dengan suhu. Ramai yang membuka aurat atas alasan panas dan lebih suka bebas dari suatu kongkongan. Seorang pensyarah wanita di UIA dari New Zealand (bukan Islam) mempersoalkan istilah baju kurung. Adakah istilah baju kurung tercipta kerana sifatnya "mengurung" wanita di Malaysia? Sehinggakan ramai wanita sekitar KL dan Selangor lebih suka memakai jeans dan t-shirt?


Pembolehubah malar


m atau jisim objek yang menerima perubahan suhu. Anggap jisim, bentuk badan, bangsa, agama, dan ciri-ciri fizikal ketiga-tiga jenis wanita adalah sama.


tetha atau perubahan suhu. Ia adalah tekanan yang diberi secara automatik oleh Pencipta alam di mana wanita berhadapan dengan perubahan biologi seperti haid (datang bulan), nifas (keadaan yang berlaku semasa bersalin), menopause (berlaku pengurangan hormon estrogen) dan tekanan persekitaran (kerja, pelajaran dan lain-lain).


Pembolehubah bergerakbalas


J atau kuantiti haba yang boleh diserap oleh suatu objek yang mempunyai jisim tertentu dalam suatu kuantiti masa. Ia berkaitan dengan setinggi mana tahap ketahanan spiritual, emosi dan mental ketiga-tiga jenis wanita terhadap daya tekanan yang diberi.



Kaedah



1) Melalui pemerhatian kritikal terhadap perubahan personaliti ketiga-tiga jenis wanita dalam suatu jangka masa.


2) Bertanya secara berhikmah tentang perspektif ketiga-tiga wanita terhadap cara pemakaian.


3) Eksperimen diulang keatas wanita-wanita lain yang mempunyai ciri yang sama.


4) Eksperimen juga dilakukan keatas 2 jenis lelaki: Lelaki A- Lelaki yang menutup aurat dengan baik dan Lelaki B- Lelaki yang suka mendedahkan pusat sewaktu berlengging dan memaparkan lutut serta paha sewaktu bersukan atau berjalan-jalan.




Pemerhatian


1) Wanita A kelihatan humble, tenang, happy, ceria, lembut, sopan, pendiam, bercakap ketika perlu, berhati-hati dengan perhubungan dan berkemampuan mengawal perkataan yang dikeluarkan dari mulut.


2) Wanita B juga kelihatan tenang, ceria, happy tetapi kadangkala kelihatan risau dan bimbang seperti ada sesuatu yang tak kena. Ada masanya terlepas juga kata-kata yang kurang baik ketika marah. Tapi kembali normal setelah beberapa ketika. Penulis yang berjurusan senibina pernah menegur seorang studiomate wanita yang menggunakan spray dengan cara yang salah ketika menyembur model yang dibuat sehingga menyebabkan cat yang terhasil rosak. Lalu dalam keadaan marah, penulis dikatakan penyibuk walaupun niat penulis ingin menegur kesilapan yang dibuat. Penulis terus berlalu kerana tahu tetha sedang dikenakan terhadap studiomate tersebut. Selepas kejadian tersebut, keadaan kembali normal.


3) Wanita C kelihatan kelam-kabut, mempunyai stail tersendiri, kurang menjaga perkataan yang dilafazkan, overexcited, mudah melenting, agak sombong, materialistik dan sosial.


4) Lelaki A kelihatan normal, tetapi lelaki B agak stylo, mudah marah, ego yang terlampau tinggi, sukar menerima nasihat, memandang rendah atas kemampuan orang lain dan lebih agresif.


Kesimpulan


Dari eksperimen yang dijalankan, wanita dan lelaki yang mempunyai nilai J yang tinggi adalah mereka yang menjaga cara pemakaian dengan baik mengikut syariat Islam dan sensitif terhadap aurat. Seperti dalam formula yang diberi:


J = mc x tetha


Oleh itu, hipotesis diterima.

Mengkaji Fizik melalui perspektif Islam



Dalam usaha penyampaian Islam kepada individu yang faham tentang Islam, individu yang kurang faham tentang Islam dan individu yang tidak faham tentang Islam, pendekatan melalui ilmu duniawi berdasarkan kaedah saintifik dan empirik adalah salah satu cara yang sesuai kerana tak semua daripada mereka akan menerima jika menyampaikan melalui ilmu Tauhid. Masalah berlaku di Malaysia di mana persepsi masyarakat berubah iaitu belajar adalah untuk bekerja, bukan belajar untuk mencari ilmu.


Adalah menghampakan situasi yang sama berlaku pada mereka yang mengambil jurusan agama dan mereka yang menghafal kalam-kalam Allah. Jika perspektif ini berterusan, mereka tidak akan mampu untuk mengislamisasi ilmu yang dipelajari, melakukan integrasi antara ilmu duniawi dan ilmu Islam, menyampaikan ilmu pada peringkat antarabangsa agar mesej Islam sampai ke serata tempat seterusnya mencapai kecemerlangan menyeluruh.


Seperti yang tertera dalam misi UIA iaitu Triple ICE (Integrations, Islamizations, Internationalizations dan Comprehensive Excellence), adakah pelajar UIA akan mencapai misi UIA andai masih lagi belajar untuk bekerja? Bukan untuk pelajar UIA sahaja, malah kepada pelajar institusi lain sekali. Tidak malukah kita kepada mereka yang bukan Islam mengkaji ilmu sains melalui al-Quran lantas memeluk Islam atas kesedaran? Di manakah perginya reputasi pelajar Islam yang cuba dipertahankan? Fikirkan..

~_Minal Qalbi ilal Qalbi_~

0 comments Links to this post


'Maafkan saya kak, saya dah tak mampu nak join kawan-kawan lain, ikut program lagi. Saya nak.' Husna mengeluh panjang dan berat, sambil menahan gejolak hatinya yang kencang. Berat sekali untuk meneruskan kata-kata yang hendak ia ucapkan buat murabbinya. Tapi di waktu lain, dia benar-benar merasakan dia tak mampu untuk bersama-sama dengan jemaah dakwah yang ia sertai selama ini.

Fikiran Husna menerawang jauh mengenangkan detik-detik awal dia memasuki dunia dakwah. Husna akui bahawa tarbiyahnya yang selama ini dia ikuti memberi impak yang sangat besar kepada pembentukan peribadinya. Dia mampu mengenakan busana muslimah secara sempurna kerana tarbiyahnya dan dia juga temukan keindahan ukhuwah dengan tarbiyah, bahkan dia mampu 'bekerja' sekarang kerana tarbiyah.

Tapi saat ini, keindahan ukhuwah yang dulu pernah dia rasakan terasa begitu hambar. Kemesraan dan kecintaan yang dibina bersama teman-teman sehalaqah sudah mula memudar. Husna merasakan teman-temannya terlalu cepat berjalan dan dia tertinggal jauh. Mereka begitu sibuk dengan amanah dakwah masing-masing, sementara pada waktu yang sama dia berasa tenggelam, malas dan letih dengan semua itu. Dia pun tak tau mengapa. Dia ingin teman-temannya mengerti kelemahan jiwanya dan membantunya keluar daripada jeratan-jeratan maksiat yang menjadi asbab kepada kemunduran semangatnya.

Namun ketika mahu dia luahkan pada mereka, dia lantas berasa sangat malu. Teman-temannya asyik membincangkan masalah dakwah bersama murabbinya sehingga Husna tak sampai untuk mengucapkannya.

'Ala.. masalah kecik je, diorang mesti rasa buang masa je untuk cerita' Begitu fikirnya. Akhirnya dia tenggelam keseorangan menelan permasalahannya sehinggalah dia mencari teman-teman di luar komuniti dakwahnya untuk sekadar melabuhkan masalah di hati.

Fenomena di atas bukanlah sesuautu yang mustahil dalam putaran dakwah. Jatuh bangunnya aktivis dakwah dalam meniti jalan ini, fenomena futurnya iman serta berguguran jundi-jundi dakwah adalah biasa dalam perjuangan ini. Itu adalah sunnatullah. 'Imanu Yazid way an quz- Iman itu naik dan turun'.

Akan tetapi yang patut disesalkan adalah ketika berjatuhannya aktivis dakwah ini bukan kerana mereka tidak mahu bangun dan kembali bersama dakwah, tetapi kerana orang-orang yang disekelilingnya tidak mahu membantunya bangkit semula bahkan tidak peduli sama sekali kalau saudaranya sedang terjatuh. Inilah yang patut direnungi bersama.

Kisah Husna adalah satu contoh. Kadang-kadang seorang murabbi itu merasakan bahawa anak-anak buahnya sangat bagus sekali, mendengar pengisian dengan teliti dan bersemangat, mencatat nota dengan rapi, kemudian pulang ke rumah masing-masing dengan aman. Tiada masalah. Padahal di sebalik penampilan yang bagus di hadapan murabbinya, ada jurang kemaksiatan yang dilakukan tanpa pengetahunnya. Anak buah seterusnya mahu mengundur diri dan merasa diri tidak standing dengan teman-teman halaqahnya.
Kuncinya adalah berterus-terang


Mutu sesebuah halaqah itu sangat bergantung kuat pada kualiti dialog yang dibina di dalam halaqah itu. Tidak mungkin dialog-dialog itu mampu berlaku dengan bestnya jika tidak adanya keterbukaan pada jiwa individu(afrod) yang ada didalam halaqah tersebut. Keterbukaan di sini adalah berterus terang dalam menyampaikan segala permasalahan walaupun sekecil manapun masalah itu. Jangan memandang enteng sesuatu masalah itu jika itu memang memerlukan penyelesaian.
 
Dakwah


Bagi seorang murabbi tidak sebolehnya terlalu mempercayai bahawa ia telah memberikan banyak bahan dan terlalu yakin bahawa mad'unya telah menjadi kader-kader yang tidak mungkin jatuh tatkala ketika tersadung batu ujian.

Lihat sahaja kisah terbukaan Kaab bin Malik di perang Tabuk pada Rasulullah. Panglima besar Islam itu tidak mahu berperang hanya kerana malas! Namun dia bersimpuh di hadapan Rasulullah sambil berkata, 'wahai Rasulullah, andai aku berhadapan dengan selain engkau, aku yakin aku dapat mencari alasan, namun aku khuatir Allah akan membuatmu marah padaku dengan mengungkapkan kedustaan itu melalui wahyu."

Apa yang ditonjolkan Kaab sudah cukup menjadi renungan kite semua akan erti keterbukaan,berterus terang dan kejujuran. Di sanalah kuncinya.Ketika seorang mad'u berterus terang akan kesalahannya, makan akan legalah hati, walaupun mungkin ianya memalukan. Di saat itulah motivasi rohani dari murabbi dan nasihat teman-teman harus segera diberikan untuk mengupgradekan langkah-langkah yang sudah tertinggal.
Eratkan kembali ukhuwah

Satu lagi perkara yang berperanan besar dalam menjaga stamina ruhiyah seorang afrod (individu) dalam tarbiyah adalah ukhuwah. Kadang-kadang kerana kesibukan yang mencengkam, hak-hak ukhuwah yang seharusnya kita berikan kepada saudara kita menjadi terabai. Maka wajarlah bila kita rasakan sewaktu berprogram, pertemuan rutin menjadi kering tanpa makna. Kosong. Perkara sebegini haruslah diatasi. Sesibuk manapun aktiviti kita, hak-hak ukhuwah harus tetap kita berikan. Berwajah cerah ketika bertemu, saling berziarah sehingga kita tahu keadaan keluarganya,masalah yang sedang dihadapinya serta keadaan imannya. Cari masa untuk bermalam bersamanya agar dapat bertukar cerita sehingga kita boleh berempati ( empathy ) terhadap permasalahan saudara kita. Saling nasihat menasihati baik diminta ataupun tidak, saling bertukar-tukar hadiah dan saling mendoakan doa rabithah. Andai kesemua hak-hak ukhuwah tersebut kita tunaikan, akan menjadi tipislah kemungkinan untuk bergugurannya sahabat-sahabat kita di jalan dakwah, insyaAllah.

Akhirnya saudaraku, tarbiyah itu unik. Di situ bukan sahaja sekadar perpindahan(transfer) ilmu dan bahan, tetapi adalah proses bagi setiap individu di dalamnya untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dan lebih dari itu, langkah-langkah ke arah menjadi lebih baik itulah yang menjadikan kita mengerti akan hakikat hidup berjemaah. Tarbiyah bukanlah segalan-galanya, namun segalanya-galanya bermula dari tarbiyah.

Cerita Untuk TEMAN dari KAWAN...

0 comments Links to this post
                                  




“Nem, nanti kalau dah pandai baca Quran, setiap malam sebelum tidur Anem bacalah surah al mulk..” Kawan mengangguk dan terkesima sejeda. klausa ’nanti’. Dalam kotak fikiran kawan, teman, itu teman yang baik. Kawan sebenarnya tidak tahu apa manfaat surah al mulk dibacakan sebelm tidur, tapi ketika itu, kawan merasakan kata-katanya nan berdoa agar kawan terlepas dari siksaan kubur, jadi kawan kelak harus belajar mengaji quran agar sebelum tidur lidah dan hati kawan di dengari ayat-ayat suci kalam-Nya. Teringat kawan akan bicara buku ilmuan islam dari negeri seberang, antara manfaat yang bakal kawan temui andai kawan berteman dengan teman yang baik, ikhlas kerana Allah SWT;
Meraih Kecintaan Allah (mahabbatullah)
Rasul SAW bersabda, ”Bahwa seorang lelaki telah mengunjungi saudaranya di desa lain lalu Allah mengutus malaikat untuk mengikuti jalannya. Ketika bertemu dengannya, malaikat bertanya, ’mahu ke manakah engkau?’ Malaikat bertanya, ’Apakah engkau mengingikan sesuatu nikmat darinya?’ Ia menjawab, ’Tidak. Hanya saja aku mencintainya kerana Allah Ta’ala’. Malaikat berkata, sesungguhnya aku adalah utusan Allah yang datang untuk memberitahumu bahawa Allah mencintaimu sebagaimana engkau mencintainya kerana Allah’” (hari. Muslim)
Mengiringi Mereka di Akhirat
Bahawa seorang lelaki datang kepada Rasulullah seraya bertanya, ’Ya Rasulullah, bagaimana pendapatmu mengenai seseorang yang mencintai suatu kaum, sedangkania tidak pernah berjumpa dengan mereka?’ Rasulullah menjawab, ’Seseorang akan bersama orang-orang yang dicintainya’.” (Muttafaqun’alaih)
Mendapat Kebaikan dan Keberuntungan
Mendapat Peluang untuk Meneladani
Terlindung dari Godaan Syaitan
Sabda Rasulullah, ”Kalian harus komitmen dengan jemaah. Kerana sesungguhnya syaitan itu bersama orang yang sendirian.”
Sentiasa Terhindar dari Kelengahan dan Kekhilafan
Sabda Rasulullah, ”Barangsiapa dikehendaki Allah SWT menjadi orang yang baik, maka Allah akan menjadikan untuknya seorang teman yang baik, bila lupa ia akan mengingatkannya, bila ingat ia akan mendukungnya.”
Teringat kawan akan kisah kawan ketika di alam dunia sekolah menengah. Pernah sebuah lagu didedikasikan oleh seorang saudara lelaki kawan, lebih dari itu, dia juga teman rapat kawan.
Bagaikan terdengar bisikan rindu
mengalun kalimah menyapa keinsafan
kehadiranmu menyentuh kalbu
menyalakan obor pengharapan......
tikaku kealpahan kau bisikan
bicara keinsafan,
kau beri kekuatan tika aku diuji dengan dugaan
saatku meragukan keampunan tuhan
kau katakan rahmatnya mengatasi segala..
Ironinya, lagu itu saudara kawan dedikasikan pada kawan, tetapi bila mengamati liriknya, barulah kawan faham, teman dan saudara kawan itu mahu kawan sedar akan kehadirannya yang ingin kawan berjalan semula atas landasan hidup yang sebenar. Kerana ketika itu kawan agak jauh tersasar dari landasan hakikat hidup sebenar. Namun ketika itu, hati kawan tidak betah berlari dan berjalan atas landasan yang lurus, maka Allah menghukum kawan dek tidak menghargai teman dan segala nikmat hidup yang Allah berikan. Hukuman Allah itu hampir saja membuatkan kawan berputus asa untuk meneruskan hidup, tetapi Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Selepas hujan rupanya ada pelangi indah untuk kawan lihat di sebalik bukit nun di sana.. Kawan diberi peluang sekali lagi untuk mengubah diri. Allah menghantar kawan teman-teman yang baik. Seraya kawan teringat satu cerita Nabi SAW kepada para sahabatnya;
Sabda Nabi SAW, ”mahukah aku tunjukkan kepadamu sebaik-baik manusia?” Para sahabat menjawab, ”mahu wahai Rasulullah,” Baginda bersabda, di ”Iaitu orang yang apabila kamu memandangnya, maka akan menjadikan kamu ingat kepada Allah.” (hari. Ibnu Majah)
Kawan tidak pernah menyangka yang kawan akan bertemu dengan teman baik mengikut garis yang Nabi pernah katakan kepada para sahabat. kerana melihat pada kesombongan kawan pada yang Maha Esa dahulu, rasanya pemberiannya ini amat besar. Sekarang, kawan bertemu dengan teman yang apabila kawan melihat wajah mereka kawan akan mengingati Allah SWT, kawan berteman dengan mereka bukan kerana kawan kesunyian di gedung ilmu yang jauhnya kira-kira 80km dari rumah kawan, tetapi kawan berteman dengan mereka tanpa syarat, Cuma barangkali, Allah mengkehendaki kawan menjadi orang yang baik, maka Allah akan menjadikan untuk kawan seorang teman yang baik.
Dan kini, setiap malam sebelum tidur, telinga kawan akan kawan pastikan mendengar surah al mulk, setiap pagi telinga kawan akan di cuci dengan matsurat, meskipun hingga cerita ini kawan taip kawan belum pandai membaca kalam suci Allah SWT, kawan akan berusaha, sementara itu kawan akan mendengarnya melalui laptop pemberian ayahanda dan bonda kawan. Terima kasih Allah, kerana menganugerakan kawan saudara dan teman yang memberi kawan kekuatan tika kawan diuji dengan dugaan. Terima kasih juga kerana mempertemukan kawan dengan teman-teman yang secara tidak sengaja pernah membisikan bicara keinsafan. Mereka inilah orang yang apabila kawan memandang, kawan akan ingat kepada Allah

Insan Bernama Kasih

0 comments Links to this post
Awan mendung masih menutupi bumi ciptaan Ilahi. Mataku masih lagi menghadap jendela melihat kebesaran Ilahi. Angin sepoi-sepoi bahasa menghembus tudungku. Fikiranku mula melayang mengenang kisah dahulu walaupun kini ku berada di Jordan.
Nama aku Intan Nur Kasih. Arwah ibu yang bagi nama itu sebelum sempat aku mencecah umur satu tahun. Ibu meninggal sebab ibu mempunyai komplikasi buah pinggang yang kritikal. Aku duduk dengan ayah dan kakak ku selama ibu meninggalkan kami. Ayah berkerja sebagai C.E.O dalam sebuah syarikat terkemuka. Walaupun kedudukan kewangan keluarga kami stabil, cinta ayah pada ibu masih tidak lekang lagi walaupun ibu telah meninggalkan kami 5 tahun yang lalu. Sebab itulah ayah tidak ingin mencari wanita lain. Aku kagum melihat ketabahan ayah menyara aku dan kakak serta mendidik kami dengan didikan agama yang mantap sekali...
Setelah mendapat keputusan UPSR dan UPSRA, alhamdulillah dengan izinNya aku mendapat keputusan yang melayakkan diriku tergolng dalam pelajar bijak pandai. Ketiga-tiga tawaran ke Sekolah Berasrama Penuh, Maktab Rendah Sains Mara dan Sekolah Agama yakni sekolah Maahad. Ayahku menghantarku ke Sekolah Maahad kerana ayahku ingin melihat aku berada dalam keadaan orang yang mempunyai agama. Aku rela dengan keputusan ayah. Ibu mesti suka kalau dia tahu keputusan cemerlangku dalam UPSR dan UPSRA. Ayah juga ingin melihatku menjadi insan yang berjaya di dunia serta akhirat. Kakak pula merupakan pelajar di Universiti Islam Antarabangsa. Akak kini mengamil kursus Bachelor in Islamic Revealed Knowledge. Aku ingin menjadi seperti akak dan aku tak mahu menghampakan harapan akak dan ayah terhadap ku. Ibu adik akan tunjukkan kebolehan adik pada ibu. Adik sayang dan rindu sangat dekat ibu. Aku berkata bersendirian sambil tanganku meraba-raba pusara ibuku untuk mencabut rumput2 yang liar yang tidak berputus asa sentiasa tumbuh. Air mataku mengalir sambil tanganku memengang batu nisan di pusara ibu. Cintaku pada ibu masih bernyala di sanubariku walau aku tidak pernah menatap wajahmu wahai ibu. Aku juga rela dengan ketentuan Ilahi keran Dia lebih menyanyagimu.
Kini aku sudahpun berada di Universiti of Jordan. Aku mengambil bahagian syariah di sana. Pelbagai liku-liku hidupku di sini. Setiap pagi rutin harianku selepas solat subuh. Akan ku sedekahi ibuku dengan surah Yassin. Setiap kali aku membacanya air mataku pasti berlinangan. Aku bersyukur kerana dengan izinNya aku masih lagi berbakti untuk ibuku dengan sedekahku yang tidak seberapa ini. Ayah makin tua dan kini ayah di duduk dengan kakak. Kakak pula kini menjadi pensyarah di salah sebuah universiti terkemuka di tanah air bagi mencurahkan ilmu yang diberikan Ilahi pada orang lain. Mulianya kakakku ini.
Wasiat ibu masih ku pegang di tanganku. Dan aku sudahpun menghafal isi kandungannya kerana aku kerap kali membacanya apabila merinduinya.
Ibu sayang ayah,Ibu sayang kakak dan ibu sayang Kasih. Ibu minta maaf sebab ibu tak dapat menjaga Kasih. Ibu sayang kasih dan ibu juga teringin nak melihat anak ibu membesar dengan kasih sayang seorang ibu. Ibu harap kakak dan kasih jaga ayah elok-elok.. jangan melawan kata ayah, jangan tinggal solat, puasa pun sama. yang penting jaga hubungan Allah dan sesama manusia. Ibu teringin nak melihat anak-anak ibu menjadi orang yang menegakkan agama Allah. Peliharalah maruah mu, peliharalah auratmu, peliharalah tingkah lakumu, peliharalah tutur katamu wahai anak-anak ku....Ibu berdoa agar anak2 ibu dipanjangkan umur dan bertemu dengan lelaki yang soleh untuk mendidik kamu berdua menjadi isteri yang solehah..........
Doa ibu telah termakbul untuk kakak.. Kakak di panjangkan jodoh dengan seorang ustaz yang mengajar di sekolah memenagah agama dan merupakan pengetua sekolah tersebut. Orangnya yang warak serta lembut budi perkertinya. Kakak tertarik kepadanya kerana wajahnya yang mempunyai nur yang luar biasa dan ustaz tersebut yang merupakan abang ipar aku merupakan anak yatim piatu sejak kecil lagi.
Aku masih mencari-cari jodohku.. Tiap-tiap malam selepas solat isyak.. aku melakukan solat sunat hajat agar permintaan ibuku terlaksana.. akan tetapi.. bayangan lelaki tersebut masih lagi belum ditemui... Tiada dalam diriku erti berputus asa... setelah tamat pengajian.. Aku bergegas pulang ke Malaysia kerana aku mendapat berita bahawa ayah dalam keadaan koma selepas pembedahan jantung dijalankan. Dalam perjalanan ku ke Hospital. Aku mendapat panggilan dari kakakku...
Assalamualaikum Kasih...cepat ayah tengah nazak nieh....dia asyik sebut nama kasih je...cepat datang!!pangilan terus dimatikan dan air mataku kian membasahi pipi....Aku memberitahu pemandu teksi tersebut agar pandu dengan laju agar sempat aku temui ayahku. Dalam hatiku tidak berputus-putus memohon doa agar aku sempat bertemu dengan ayah yang mungkin untuk kali terakhir. Aku beristir kerana berfikiran sebegitu..dan terus aku berdoa dan berdoa...
Setelah sampai di hospital..aku terus melangkah keluar dari teksi menuju ke destinasiku.. Aku telah letakkan duit RM50.00 di belakang tempat duduk. Aku tahu bahawa tambang hanya RM42 ringgit..dan yang selebihnya niatku sedekah untuk pakcik tersebut. Setelah aku sampai di bilik ayahku.. Alhamdulillah Allah SWT masih memanjangkan umurnya untuk aku bersua dengannya.. Ayah membisikan aku sesuatu..."ayah....ti.....galkan...su.......rat...untuk ka...sih......di la...ci......bi...lik a....yah...aku tidak putus-putus membisikan mengucap di telinga ayah sambil mendengar kata-katanya.. Dan itulah kali terakhir aku mendengar suara insan yang bergelar ayah yang selama ini telah banyak berjasa kepada kakak dan juga kepada aku. Aku bersyukur kerana diberi ayah yang mengajarku dan menyuruhku mementingkan didikan yang berunsurkan agama Allah.. Air mataku tidak dapat di tanggung.. Kakakku memeluk ku sambil aku memeluk tubuh kaku ayahku yang tidak bernyawa lagi dengan tagisan kepiluan..Tidak terkira aku mengucup pipi dan dahi ayahku buat kali terakhir.
Setelah selesai pengubumian ayahku.. Aku teringat tentang surat yang ditinggalkan ayah dibilik ayah di rumah kakak. Aku terus bergegas ke rumah melihat surat yang ditinggalkan arwah ayah..
Kasih... ayah tahu kamu sebuk menimba ilmu untuk berbakti di jalan Allah..Ayah rindu kat kamu kasih..surat-surat yang dikirimkan masih lagi ayah simpan dalam almari baju ayah... itu sahaja cara ayah melepaskan rindu ayah dengan menulis surat kembali kepadamu....ayah ada satu benda yang ingin sampaikan.... ingat tak wasiat yang ibu....... bertemu dengan lelaki yang soleh untuk mendidik kamu berdua menjadi isteri yang solehah...... ayah dah temui insan ini untuk kamu... ayah rasa sesuai sangat dengan kamu.... dia merupakan ustaz di sekolah rendah sahaja... dia bukan dalam golongan kaya.... dan dia juga merupakan imam di masjid di kampungnya... orangnya baik.. dan ilmu agamanya juga tinggi.. dia menunggu kamu wahai Kasih.... dia pernah berjumpa dengan ayah dan menceritakan hajatnya untuk menikahi kamu.... dia kenal kamu dari ibunya yang mengajar kamu di Maahad dahulu... guru kegemaran kamu wahai Kasih yakni Puan Aisyah Humairah yang mengajar kamu bahasa Arab tinggi dahulu... ketika dia berjumpa dengan ayah untuk menyampaikan hajatnya itu... kamu masih lagi di Jordan... dan itu juga merupakan hajat ibunya untuk mengahwinkan kamu dengan anaknya.. Kini Puan Aisyah Humairah telah dijemput Ilahi akibat kemalangan... jadi ayah harap kamu akan tunaikan impian... bonda kamu, ayah serta bonda Syahir.....
Aku memang rapat dengan Puan Aisyah Humairah kerana dia ibarat seperti ibuku walaupun aku tidak pernah merasa mempunyai ibu... Air mataku melimpahi pipiku kembali kerana aku berasa berterima kasih kerana dia sudi menjadi ibuku angkatku sepanjang aku di Maahad dahulu.....Alamat lelaki tersebut telah pun ayah tulis dalam surat tersebut..Keesokkan harinya..aku bergegas dengan ditemani kakak dan abang ipar aku untuk bertemu dengan lelaki yang bernama Syahir tersebut.... Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Perak mengambil masa lebih kurang tiga jam setengah...
Destinasi yang dituju telahpun sampai...."Assalamualaikum.....ada orang tak?", suara yang lantang dihulurkan oleh Jamil yakni suami kakak ku kepada tuan rumah alamat...
"Walaikumusalam...."...Muncullah seorang jejaka yang memakai kopiah serta berjubah hitam....kulitnya kuning langsat..wajahnya mempunyai nur yang tersendiri..Mataku bertembung dengan matanya....Cepat-cepat aku mengalihkan pandangan dan banyak-banyak beristifar...."inikah orangnya",monolog hatiku.. Pakaian yang aku pakai juga jubah berwarna hitam...dan kini hatiku semakin berdebar-debar..... Kian berdebar hatiku..makin banyaklah istifarku kepada Ilahi.... "ini Syahir ke?" soal Jamil dengan ramah sekali...Syahir yang menghampiri suami kakak menyambut salam sambil berpelukan..."ya saya Jamil..." dengan senyuman yang manis dilemparkan kepada suami kakak...
"Betullah inilah orangnya..." Jamil berkata kepada isterinya.. dan kakak hanya mengangguk sahaja..."Macam ni..kami datang nak menikahkan kamu dengan adik ipar saya ni...Intan Nur Kasih namanya...".. Syahir hanya melemparkan senyuman tanda setuju...
Akhirnya..impan 3 orang yakni bonda...ayahnda..dan bonda syahir terlaksana dengan izinNya...kini aku merupakan pensyarah seperti kakak ku...aku mempunyai 2 orang anak hasil perkahwinan dengan suami tercinta yakni Syahir... Hidupku kian berseri lagi dengan tercurahnya cinta kepada Ilahi....aku masih mengamalkan rutin harian..menyedekahkan yassin tiap-tiap hari kepada kedua ibu bapaku dan ibu dan ayah mentuaku....

~_ Lamaran dari Palestin _~

0 comments Links to this post
Dalam kedinginan air cond di bilik
kuliah ini, tiba-tiba bebola mataku
tertarik kepada seorang gadis yang
bertudung litup, berpakaian jubah, dan
berwajah kearaban. Hatiku
tertanya-tanya, “dari mana pulak minah
arab ni?”. Aku perhatikan gadis arab
yang duduk di sudut dewan kuliah itu
hanya keseorangan dan membaca sambil
menunggu pensyarah masuk. Sedang aku
memasang langkah untuk mendekati gadis
itu dan berbual-bual dengannya,
tiba-tiba pensyarah sudah ada di depan.
Pada kuliah itu pensyarah sejarah
pemikiran ekonomi, Professor Ikhwan
telah membahagikan kami kepada beberapa
kumpulan untuk diberikan tugasan dalam
kumpulan. Alangkah gembiranya hatiku
apabila mendapat tahu bahawa gadis arab
itu satu kumpulan denganku. Selepas
kuliah kumpulan kami mengadakan sedikit
perjumpaan. Pada masa itu aku
berkesempatan mengenali gadis arab itu
dengan lebih dekat lagi.


“Assalamualaikum”, sapaku.
“waalaikumsalam warahmatullah”, jawab
gadis arab itu sambil tersenyum manis.
“Kamu boleh cakap melayu tak?”, tanyaku
dalam nada yang kurang yakin.
“Saya sudah lima tahun di sini dan boleh
berbahasa Melayu”, jawab gadis dengan
Bahasa Melayu yang lancar. Kagum sungguh
aku dengan kebolehan berbahasa Melayu
gadis arab ini.
“Oh ya, nama saya Afanizam”.
“Nama saya Siti Hawa dari palestin”.
Rupa-rupanya gadis arab ini berasal dari
palestin. Sebuah negara yang menjadi
perhatianku
kerana kerakusan penceroboh dari bangsa
yahudi. ini buatkan aku ingin bertanya lagi.
“Kat sana tiada universiti ke?”.
“Ada, tapi sudah musnah oleh keganasan
Israel”, jawab Siti Hawa dalam nada yang
sedih.
“Negara kamu sekarang tengah bergolak,
apa peluang perkerjaan kamu di sana
selepas habis
belajar ?”
“Memang kami tidak ada peluang tetapi
sekurang-kurangnya kami telah
melaksanakan tuntutan
islam supaya mencari ilmu, kan menuntut
ilmu tu satu ibadah, betul tak?”.
“Betul. Betul”. jawabku sambil tersenyum.
“Sebenarnya saya sungguh simpati dengan
nasib saudara-saudara kita di sana, dan saya
menyokong apa jua gerakan untuk
membebaskan bumi Palestin dari
pencerobohan Israel”.
“Terima kasih, saya begitu hargai
sokongan kamu dan masyarakat disini.
Sebenarnya kami
bukanlah pengganas seperti yang didakwa,
malahan kami dahulu yang telah diganasi oleh
israel”.
“Keluarga kamu macam mana?”, tanyaku lagi.
“Kedua-dua ibu bapa saya telah terkorban
dalam satu serangan tentera Israel”.
“Oh, saya minta maaflah. Semoga kamu
bersabar”.
“Tak apa, saya redha dengan apa yang
terjadi, eh sabtu depan kampus ada
majlis keamanan
sejagat untuk palestin, kamu datanglah
sebagai tanda sokongan kepada perjuangan
kami”.
“Insya-Allah”, jawabku.
“Oklah, saya minta diri dulu kerana ada
kelas”, pinta Siti Hawa.
“Oklah jumpa lagi, jaga diri baik-baik”.
“Terima kasih”, balas Siti Hawa sambil
mempamerkan senyuman yang manis.
Sejak pertemuan itu aku amat tertarik
dengan perwatakan Siti Hawa, aku lihat
dia seorang yang gadis yang lemah lembut
tetapi cekal dan mempunyai semangat
perjuangan yang tinggi.
Pada majlis keamanan sejagat untuk
Palestin kelihatan begitu ramai sekali
mahasiswa yang datang, menunjukkan
bahawa perjuangan rakyat Palestin
mendapat perhatian dari mahasiswa
pelbagai lapisan agama dan kaum. Dalam
lautan mahasiswa itu, bebola mataku
mencari-cari seorang yang bernama Siti
Hawa, namun dalam lautan manusia begini
memang susah untuk mencari seseorang.
Tepat pukul 9.00 malam majlis pun
bermula. Ketika itu aku dapat rasakan
kedinginan ‘air cond’ dewan besar ini
telah dihangatkan dengan ucapan-ucapan
berapi yang penuh semangat dari dua
orang panelis yang mengecam keganasan
Israel terhadap penduduk Palestin. Dalam
fikiranku, kalaulah kabinet Ariel Sharon
bapak pengganas tu tahu tentang majlis
ni, sudah tentu F/A18 Hornet dihantar
untuk membedil dewan besar ini. Bila
tiba panelis ke-3 aku agak terkejut.
Rupa-rupanya Siti Hawa adalah salah
seorang panelis yang mewakili rakyat
palestin dalam majlis itu. Aku lihat
gadis palestin ini berucap dengan begitu
bersemangat dan telah memukau ribuan
mahasiswa dalam dewan besar ini. Segala
pengalaman di bumi Palestin diceritakan
dengan begitu menyayat sekali
sehinggakan ada mahasiswi yang menangis.
Dan itulah kali pertama aku melihat air
mata Siti Hawa. Air mata jernih yang
memancarkan seribu penderitaan umat
islam Palestin.


Pagi jumaat ini aku hanya ada satu
kuliah sahaja. Habis sahaja kuliah aku
terus keluar untuk bersarapan. Dalam
perjalananku ke Restoran Maulana untuk
bersarapan tiba-tiba ada satu suara
memberi salam.


“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam. Eh ustaz, minum ustaz”
“Ana baru minum tadi. Ni ana dapat
maklumat ada kenduri lepas jumaat ni kat
Masjid Ar
Rahman”.
“Kenduri? kenduri apa tu ustaz?”.
“Untuk membantah keganasan Rejim Israel.
kalau tak ada apa anta datang la”.
“Insya-Allah ustaz”.


dengan membawa kain serban aku menuju ke
Masjid Ar Rahman untuk bersolat jumaat
di sana. Tengah hari itu kelihatan
jemaah begitu ramai sekali yang terdiri
daripada mahasiswa di sekitar Lembah
Klang sehingga ada yang terpaksa membuat
saf jemaah di luar. Sebaik sahaja solat
selesai para pimpinan mahasiswa
memberikan ucapan yang berapi-api
membidas kekejaman Israel yang disambut
dengan laungan takbir dan kecaman
terhadap Rejim Zionis. kami bersiap
untuk berarak dari masjid secara aman
dengan membawa pelbagai kain rentang.
antaranya tertulis, “Hidup islam hancur
Israel!”. akupun mula menutup mukaku
dengan kain serban seperti pejuang Hamas
dan memakai ‘winbreaker’ untuk
menghadapi kemungkinan ditimpa ‘hujan
asid’. belumpun kami melangkah, telah
kedengaran bunyi dari hailer.


“Dalam masa 5 minit kamu semua diminta
bersurai!”
“perhimpunan ini adalah tidak sah
mengikut akta polis”
“Sila beri kerjasama. Sila beri kerjasama”
“saya ulangi bersurai sebelum pihak kami
mengambil tindakan”.


di depan kami FRU telah bersiap sedia
dengan belantan dan perisai. Yang amat
menggerunkan sekali, sebuah lori water
canon dengan muncung meriamnya dihalakan
ke arah kami bersedia untuk menurunkan
‘hujan asid’ pada bila-bila masa. dalam
keadaan yang agak gawat ini, pimpinan
mahasiswa meminta kami semua bertenang
sementara mereka berbincang dengan
pegawai polis untuk mendapat kebenaran
berhimpun. Selepas beberapa minit
berbincang kami tetap tidak dibenarkan
untuk meneruskan perhimpunan dan
nampaknya kami terpaksa mengakhiri
perhimpunan dengan bacaan doa untuk
kesejahteraan umat islam di seluruh
dunia. Tetapi belum sempat bacaan doa
dihabiskan kedengaran bunyi loceng
diikuti semburan air dari lori water
canon. Keadaan menjadi semakin gawat.
Ada yang cabut lari menyelamatkan diri
dan ada yang bertahan situ. Laungan
takbir bergema dalam suasana yang gawat itu


“Allahu akbar!”
“Allahu akbar!”
“Allahu akbar!”
Barisan FRU mula mengejar dan membelasah
sesiapa sahaja yang ada di depan mata
mereka. Sekalipun orang itu tidak
tahu-menahu tentang demonstrasi itu.
Mataku begitu pedih kerana ditimpa oleh
‘hujan asid’. Dalam kesamaran, mataku
terpandang seorang muslimat yang telah
diperlakukan dengan begitu kasar oleh
anggota FRU hingga tudungnya hampir
tertanggal. Aku begitu marah dan dengan
nekad terus menghayunkan topi keledar ke
arah anggota FRU tersebut sehingga
anggota FRU tersebut tersungkur. Aku
membawa muslimat itu lari ke tempat yang
selamat. Bila keadaan reda baru aku
perasan, rupa-rupanya muslimat yang aku
selamatkan itu adalah Siti Hawa.


“Eh, kamu ke Siti Hawa?”, aku bersuara
dengan termengah-mengah.
“Masya-Allah, kamu rupanya yang
selamatkan saya”, Siti Hawa juga terkejut.
Tiba-tiba aku lihat Siti Hawa menangis
lalu aku bertanya.
“Kenapa kamu menangis?”.
“Saya menangis bukan kerana sakit
dikasari oleh mereka, tapi saya sungguh
sedih kerana sebuah
negara yang didakwa sebagai negara islam
sanggup mengasari orang yang berhimpun untuk
membantah kekejaman Rejim Zionis”.


terkedu bila aku dengar kekesalan yang
diluahkan oleh Siti Hawa itu. Itu belum
lagi aku ceritakan tentang pasukan
kriket Israel yang ditatang, rakyat yang
membantah pula diterajang pada tahun 1995.


Persahabatan aku dengan Siti Hawa telah
hampir 2 tahun dan ini adalah hari
terakhir aku dapat bertemu dengannya.
Hari ini aku bertekad untuk meluahkan
isi hatiku kepada Siti Hawa yang telahku
pendamkan selama hampir dua tahun.
“Apa rancangan kamu selepas ini?”.
“Insya-Allah selepas ini saya akan balik
ke negara saya, Saya telah dilamar di
sana dan saya telah menerima lamaran itu”.


Aku hanya tersenyum mendengar katanya
itu tetapi dalam hatiku amat kecewa
kerana gadis Palestin ini telah dilamar
orang. Sayang sedalam-dalam sayang,
bunga yang ku puja akan sunting orang.
Namun begitu aku redhakan hati ini dan
berdoa semoga dia bahagia. Pada keesokan
harinya aku mengiringinya ke lapangan
terbang.


“selamat tinggal wahai sahabatku,
hulurkanlah doa untuk perjuangan kami di
sana, saya akan tetap merindui kamu”.


Itulah kata-kata terakhir yang keluar
dalam mulut Siti Hawa sebelum dia
berlepas. Hari itu juga ku lihat
lambaian terakhir darinya dengan
wajahnya yang begitu berseri-seri dan
bercahaya sekali. mungkin itulah
gambaran kegembiraannya yang akan pulang
ketanah airnya dan akan berumah tangga
dengan pemuda yang dikasihinya.


Sudah sebulan berlalu, aku menjadi
pegawai tadbir di sebuah jabatan
kerajaan. Namun begitu aku tetap
merindui Siti Hawa. Semasa perkenalan
dengannya dahulu dia ada memberi nombor
telefon bimbitnya kepadaku tetapi aku
rasa tidak manis kalau aku ganggu gadis
yang akan menjadi isteri orang. hari ini
cuti hujung minggu, namun aku tetap
bangun awal pagi. Mungkin kerana
kebiasaan aku sejak menuntut di
universiti lagi. Pagi itu aku tidak
bercadang untuk kemana-mana, aku hanya
berehat di rumah sahaja. Selepas sarapan
aku membaca surat khabar. Aku terus
membuka halaman berita antarabangsa
kerana bagiku berita-berita dalam negeri
adalah tidak adil dan tidak beretika.
Tiba-tiba jantungku seperti hendak gugur
apabila terbaca satu tajuk berita yang
berbunyi, “Seorang lagi serikandi
Palestin yang bernama Siti Hawa telah
melakukan operasi syahid di pos kawalan
tentera Israel dengan meletupkan diri
sendiri”. Aku seperti tidak percaya
dengan apa yang aku baca. Rupa-rupanya
maksud lamaran oleh Siti Hawa dulu
adalah lamaran untuk berjihad dan
mencapai syahid. Dalam masa yang sama
isyarat SMS dari telefon bimbitku
berbunyi. Bila aku buka, rupa-rupanya
ianya adalah SMS dari Siti Hawa yang
tertulis, “sebenarnya saya juga
mencintai kamu, tetapi saya lebih
mencintai Allah dan rasulNya”. Dengan
tak semena-mena air mataku mengalir. Aku
yang selama ini tidak pernah menangis
kerana mempertahankan keegoanku kini
menangis tanpa mempedulikan alam
sekeliling ku. Selepas solat aku
menyedekahkan bacaan Surah Yassin kepada
arwah dan berdoa semoga arwah diberikan
syahid yang tertinggi oleh Allah.
 

♥CERITA DARI HATI ♥ Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal